Pada dasarnya masalah migrasi merupakan kasus yang sangat kompleks, yang harus dijelaskan dari berbagai sudut pandang keilmuan. Tulisan ini mencoba untuk menjelaskan variabel pokok yang mempengaruhi pola migrasi manusia. Variabel tersebut antara lain adalah lingkungan, teknologi, budaya dan manusia itu sendiri sebagai pembuat keputusan. Pada pola subsistensi pemburu-pengumpul, rekonstruksi pola migrasi manusia tidaklah semudah membuat garis-garis terdekat antar pulau, sebab tujuan utama mereka dalam mencari wilayah baru adalah untuk mencari sumber eksploitasi
MENGARUNGI GARIS WALLACE: Awal Migrasi Manusia dari Daratan Sunda menuju Kawasan Wallacea
Senin, 12 Januari 2009 oleh sofwan noerwidi
Ditulis dalam Hominid, Migrasi-Kolonisasi, Prasejarah | 1 Komentar
Satu Tanggapan
Tinggalkan Balasan
Top Rated
-
Tulisan Teratas
-
Tulisan Terakhir
- STRATEGI ADAPTASI AUSTRONESIA DI KEPULAUAN INDONESIA
- EKSKAVASI SITUS KENDENGLEMBU: Implikasinya Bagi Migrasi-Kolonisasi Austronesia di Sudut Tenggara Jawa
- MUNGKINKAH BATAS KOTA MAJAPAHIT ADA DI JAKARTA ?
- DISTRIBUSI SPASIAL SITUS-SITUS NEOLITIK DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI KALI BARU, KABUPATEN BANYUWANGI, PROVINSI JAWA TIMUR
- ARCHAEOLOGICAL RESEARCH OF KENDENGLEMBU SITE, EAST JAVA, INDONESIA
Daftar Blog
-
Blog Stats
- 11,960 hits
SocialVibe
-
Pengarang
Meta
-
Komentar Terakhir
Kategori Awan
-
Klik tertinggi
- Tidak ada
Kategori
Halaman
-
Flickr Photos



More Photos Arsip
Tag
-
Spam Blocked
Sayang sekali, artikelnya tidak bisa dibaca langsung dalam versi html…